IBX592EBB4330670 4 Mitos tentang Pinjaman Tanpa Agunan yang Wajib Dihilangkan

Memberikan Resep masakan untuk pecinta kuliner

  • Home
  • 4 Mitos tentang Pinjaman Tanpa Agunan yang Wajib Dihilangkan

    Hampir segala hal memiliki mitosnya masing-masing. Tidak terkecuali pinjaman tanpa agunan. Padahal sistem pembayaran ini belum terlalu lama dikenalkan ke khalayak. Bahkan lebih lama praktik rentenir yang notabene betul-betul mencekik karena bunganya terlalu tinggi. Inilah 4 mitos yang wajib Anda hilangkan sejak dalam pikiran.


    1. Pinjaman Tanpa Agunan Disamakan dengan Kredit ala Rentenir

    Mungkin ini salah satu yang membuat calon nasabah berpikir begitu panjang ketika ditawari KTA. Sejatinya, mitos ini berkembang karena praktik rentenir sudah terlalu lama mengakar kuat di tubuh masyarakat. Ironisnya, selalu ada yang membutuhkan uluran tangan rentenir. Niatnya ingin keluar dari lubang hitam, ternyata jatuh ke lubang yang lebih dalam.
    KTA tentu jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh praktik rentenir. Setiap bagian yang menyangkut KTA sudah dijamin legalitasnya oleh pemerintah. Mulai dari transaksi, pengajuan, dan hal-hal lain. Kalau pihak bank berbuat curang dan sebagainya, maka pihak pemerintah bisa langsung turun tangan. Sedangkan rentenir tidak punya regulasi apa-apa.

    2. Bunganya Terlalu Mencekik

    Umumnya, sebagian orang yang mengatakan, bahwa KTA itu memiliki bunga yang mencekik, biasanya malas mencari informasi sebenarnya. Padahal negara kita ini merupakan negara hukum. Setiap data yang keluar ataupun diinformasikan wajib dipertanggung-jawabkan. Termasuk kasak-kusuk mengenai besarnya bunga di KTA.
    Kalau dibandingkan dengan pinjaman ber-agunan, memang bunganya lebih tinggi. Tapi tidak setinggi kata sebagian orang itu. Salah satu yang menerapkan KTA berbunga rendah adalah Tunaiku. Tepatnya cuma 3%. Sedangkan yang ber-agunan rata-rata 1%-2%. Tidak terlalu jauh, kan? Nah, mulai sekarang hilangkan mitos pinjaman tanpa agunan ini.

    3. Wajib Punya Kartu Kredit

    Ada juga sebagian yang mengatakan, bahwa agar bisa disetujui KTA-nya harus punya kartu kredit. Sebagaimana yang diwajibkan ketika ingin kredit barang lewat marketplace online, deposit Dolar untuk trading, dan sebagainya. Akhirnya, keinginan yang berapi-api untuk meminjam uang jadi kendur. Akhirnya tidak jadi pinjam sama sekali.
    Kendurnya keinginan itu dikarenakan terbayang-bayang betapa sulitnya membuat kartu kredit. Apalagi sudah telanjur berkembang mitos lain, yakni kartu kredit hanya dimiliki oleh orang-orang kaya. Padahal, KTA zaman now tidak mewajibkan harus punya kartu kredit biar diterima. Syaratnya hanya Kartu Tanda Penduduk atau KTP.

    4. Pinjaman Tanpa Agunan Hanya untuk Keadaan Terdesak

    Beberapa ahli memang menyarankan, bahwa sebaiknya pinjaman tanpa agunan diajukan ketika keadaan terdesak. Alasan mereka mengatakan itu karena KTA dianggap solusi praktis tanpa harus merepotkan orang lain. Lagi pula, bisa diambil dalam jumlah sedikit. Jadi, nyicil-nya bisa lebih teratur. Tapi tidak harus begitu kok.
    Bahkan Anda bisa juga meminjam ketika dalam keadaan longgar. Misalnya ingin bangun UMKM dengan modal kecil-kecilan. Kemudian meminjam uang di Tunaiku sebesar 15 juta Rupiah. Bisa saja begitu. Soalnya di Tunaiku menyediakan pinjaman 2 juta hingga 20 juta dengan tenor panjang. Ada baiknya mitos ini disingkirkan sedini mungkin.
    Selain itu, ketika pinjaman belum lunas dan membutuhkan dana lebih banyak, Anda juga bisa melakukan top-up. Misalnya ketika pinjaman hanya tersisa separuh. Kemudian ingin menambah separuh lagi. Dengan begitu, nilai bunga yang tetap tidak akan bertambah mengikuti dana top-up milik Anda.
    Sebagai buktinya, coba Anda mengajukan pinjaman tanpa agunan ke Tunaiku yang dinaungi oleh Amar Bank. Apakah mitos-mitos di atas berkaitan atau tidak. Kalau belum percaya, bisa tanya langsung ke nasabah yang sudah meminjam terlebih dahulu. Pasti jawabannya tidak ada mitos seperti itu.

    Share on Facebook
    Share on Twitter
    Share on Google+
    Tags :

    Related : 4 Mitos tentang Pinjaman Tanpa Agunan yang Wajib Dihilangkan